===========================================

JUKNIS PPDB KEMENDIKBUD TAHUN 2018/2019 (SD SMP SMA SMK)

Juknis atau Petunjuk Teknis PPDB TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat (Kemendikbud) Tahun 2018/2019

Pemerintah telah menerbitkan Juknis atau Petunjuk Teknis PPDB TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat (Kemendikbud) Tahun 2018/2019 yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. Permendikbud ini lahir untuk menggantikan Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 yang dipandang sudah  tidak  sesuai  dengan  perkembangan kebutuhan layanan pendidikan.

Berdasarkan Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat Tahun 2018 /2019yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat, PPDB bertujuan  untuk  menjamin  penerimaan  peserta didik  baru  berjalan  secara  objektif,  transparan, akuntabel,  nondiskriminatif,  dan  berkeadilan  dalam rangka  mendorong  peningkatan  akses  layanan pendidikan. Namun, asas Nondiskriminatif tidak berlaku  pada sekolah  yang  secara  khusus  melayani peserta didik dari kelompok gender atau agama tertentu

Adapun Waktu dan Mekanisme PPDB tahun 2018/2019 diatur dalam pasal 3 dan 4 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat. Pada Pasal 3 antara lain donyatakan 1)   Sekolah  yang  diselenggarakan  oleh  pemerintah  daerah melaksanakan  PPDB dimulai pada  bulan  Mei  setiap tahun. 2)  Proses  pelaksanaan  PPDB dimulai dari tahap pengumuman secara terbuka penerimaan  calon  peserta  didik  baru  pada  Sekolah  yang bersangkutan  sampai  dengan  tahap  penetapan  peserta didik setelah proses daftar ulang. 3)  Sekolah  yang  diselenggarakan  oleh  pemerintah  daerah wajib mengumumkan secara terbuka proses pelaksanaan dan informasi PPDB paling sedikit terkait:
a.  persyaratan;
b.  proses seleksi;
c.  daya  tampung  berdasarkan  ketentuan  peraturan perundang-undangan  yang  mengatur  mengenai rombongan belajar;
d.  biaya  pungutan  khusus  untuk  SMA/SMK/bentuk lain  yang  sederajat  bagi  daerah  yang  belum menerapkan wajib belajar 12 (dua belas) tahun; dan
e.  hasil  penerimaan  peserta  didik  baru  melalui  papan pengumuman Sekolah maupun media lainnya.

Selanjutnya dinyatakan bahwa PPDB dilaksanakan dengan menggunakan mekanisme  dalam jaringan (daring); atau  luar jaringan (luring). Namun dalam  pelaksanaan  PPDB,  Sekolah  hanya  dapat menggunakan  salah  satu  jenis  mekanisme  tersebut. Namun   Pelaksanaan  PPDB  diutamakan  menggunakan mekanisme dalam jaringan (daring).  Apabila PPDB  tidak  dapat  dilaksanakan  melalui mekanisme  dalam  jaringan  (daring),  maka  PPDB dilaksanakan melalui mekanisme luar jaringan (luring).

Pada Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat (Kemendikbud) Tahun 2018/2019 yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat, dinyatakan bahwa Persyaratan Penerimaan Siswa Baru Jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK adalah sebagai berikut

1. Persyaratan  calon  peserta  didik  baru  pada  TK  atau  bentuk lain yang sederajat adalah: 
a.  berusia  4  (empat)  tahun  sampai  dengan  5  (lima)  tahun untuk kelompok A; dan (dibuktikan  dengan  akta  kelahiran atau surat  keterangan  lahir  yang dikeluarkan oleh pihak  yang berwenang  dan  dilegalisir  oleh  lurah  setempat  sesuai  dengan domisili calon peserta didik.)
b.  berusia  5  (lima)  tahun  sampai  dengan  6  (enam)  tahun untuk kelompok B.

2)  Persyaratan  calon  peserta  didik  baru  kelas  1  (satu)  SD atau bentuk lain yang sederajat, berusia:
a.  7 (tujuh) tahun; dibuktikan  dengan  akta  kelahiran atau surat  keterangan  lahir  yang dikeluarkan oleh pihak  yang berwenang  dan  dilegalisir  oleh  lurah  setempat  sesuai  dengan domisili calon peserta didik. atau
b.  paling  rendah  6  (enam)  tahun  pada  tanggal  1  Juli tahun berjalan.
Khusus SD,  Sekolah  wajib  menerima  peserta  didik  yang  berusia  7 (tujuh) tahun.  Pengecualian  syarat  usia  paling  rendah  6  (enam)  tahun yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan  yang  diperuntukkan  bagi  calon  peserta  didik yang  memiliki  kecerdasan  istimewa/bakat  istimewa  dan kesiapan psikis  yang  dibuktikan  dengan  rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

3) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP atau bentuk lain yang sederajat:
a.  berusia paling tinggi 15 (lima belas) tahun; dibuktikan  dengan  akta  kelahiran atau surat  keterangan  lahir  yang dikeluarkan oleh pihak  yang berwenang  dan  dilegalisir  oleh  lurah  setempat  sesuai  dengan domisili calon peserta didik.  dan
b.  memiliki  ijazah/Surat  Tanda  Tamat  Belajar  (STTB)  SD atau bentuk lain yang sederajat.

4)  Persyaratan  calon  peserta  didik  baru  kelas  10  (sepuluh) SMA/SMK atau bentuk lain yang sederajat: 
a.  berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun; dibuktikan  dengan  akta  kelahiran atau surat  keterangan  lahir  yang dikeluarkan oleh pihak  yang berwenang  dan  dilegalisir  oleh  lurah  setempat  sesuai  dengan domisili calon peserta didik.
b.  memiliki  ijazah/STTB  SMP  atau  bentuk  lain  yang sederajat; dan
c.  memiliki  SHUN  SMP  atau  bentuk  lain  yang sederajat.
Khusus  SMK  bidang  keahlian/program  keahlian/kompetensi keahlian  tertentu  dapat  menetapkan  tambahan persyaratan  khusus  dalam  penerimaan  peserta  didik baru kelas 10 (sepuluh).   

Namun, Ketentuan terkait  persyaratan  usia  dan memiliki SHUN tidak  berlaku  kepada  peserta  didik  yang  berkebutuhan khusus  yang  akan  bersekolah  di  Sekolah  yang menyelenggarakan program pendidikan inklusif.

Adapun terkait Sistem Seleksi Siswa Baru berdasarkan Juknis PPDB TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat (Kemendikbud) Tahun 2018/2019 yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 adalah sebagai berikut :

1) Seleksi  calon  peserta  didik  baru  kelas  1  (satu)  SD atau bentuk  lain  yang  sederajat mempertimbangkan kriteria dengan urutan prioritas sebagai berikut:
a.  usia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1); dan
b.  jarak  tempat  tinggal  ke  Sekolah  sesuai  dengan zonasi  yang  ditetapkan  oleh  pemerintah  daerah sesuai kewenangannya.
Jika  usia  calon  peserta  didik  sama,  maka  penentuan  peserta  didik didasarkan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik yang paling dekat dengan satuan pendidikan.   Jika  usia  dan/atau  jarak  tempat  tinggal  calon  peserta idik  dengan  satuan  pendidikan  sama, maka peserta didik yang mendaftar lebih awal diprioritaskan. Pada jenjang SD tidak boleh lagi dilakukan seleksi melalui tes membaca, menulis, dan berhitung.

2) Untuk Seleksi  calon  peserta  didik  baru  kelas  7  (tujuh)  SMP  atau bentuk  lain  yang  sederajat  mempertimbangkan  kriteria dengan  urutan  prioritas  sesuai  dengan  daya  tampung berdasarkan ketentuan rombongan belajar sebagai berikut:
a.  jarak tempat tinggal ke Sekolah sesuai dengan ketentuan zonasi; 
b.  nilai hasil ujian SD atau bentuk lain yang sederajat; dan
c.  prestasi  di  bidang  akademik  dan  non-akademik  yang diakui  Sekolah  sesuai  dengan  kewenangan  daerah masing-masing.
  
3) Seleksi  calon  peserta  didik  baru  kelas  10  (sepuluh)  SMA  atau  bentuk  lain  yang  sederajat  mempertimbangkan kriteria  dengan  urutan  prioritas  sesuai dengan daya tampung  berdasarkan  ketentuan  rombongan  belajar sebagai berikut:
a.  jarak  tempat  tinggal  ke  Sekolah  sesuai  dengan ketentuan zonasi; 
b.  SHUN SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan c.  prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui Sekolah.

4) Seleksi  calon  peserta  didik  baru  kelas  10  (sepuluh)  SMK atau  bentuk  lain  yang  sederajat  mempertimbangkan kriteria  dengan  urutan  prioritas  sesuai  dengan daya tampung  berdasarkan  ketentuan  rombongan  belajar sebagai berikut:
a.  SHUN SMP atau bentuk lain yang sederajat; dan
b.  prestasi di bidang akademik dan non-akademik yang diakui Sekolah.
Khusus  calon  peserta  didik  pada  SMK atau  bentuk  lain yang  sederajat,  selain  mengikuti  seleksi  tersebut diatas,  Sekolah dapat  melakukan seleksi  bakat  dan  minat  sesuai  dengan  bidang keahlian/program  keahlian/kompetensi keahlian  yang dipilihnya dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan Sekolah dan institusi pasangan/asosiasi profesi.

Sekolah  yang  berdasarkan  hasil  seleksi  memiliki  jumlah calon  peserta  didik  melebihi  daya  tampung,  wajib melaporkan  kelebihan  calon  peserta  didik  tersebut kepada dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya.    Dinas  pendidikan  sesuai dengan kewenangannya  wajib menyalurkan  kelebihan  calon  peserta  didik  pada Sekolah lain sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan.

Adapun tentang system Sistem Zonasi  pada  diatur pada pasal 16 Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat sebagai berikut: 1)  Sekolah  yang  diselenggarakan  oleh  pemerintah  daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius  zona  terdekat  dari Sekolah  paling  sedikit  sebesar 90%  (sembilan  puluh  persen)  dari  total  jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima. 2)  Domisili calon peserta didik berdasarkan  alamat  pada kartu  keluarga yang diterbitkan  paling  lambat  6  (enam)  bulan  sebelum pelaksanaan PPDB. 3)  Radius  zona  terdekat  ditetapkan  oleh  pemerintah daerah  sesuai  dengan kondisi di daerah tersebut berdasarkan:
a.  ketersediaan  anak  usia  Sekolah  di  daerah  tersebut; dan
b.  jumlah  ketersediaan  daya  tampung dalam rombongan belajar pada masing-masing Sekolah.
Dalam  menetapkan  radius  zona,  pemerintah  daerah  melibatkan musyawarah/kelompok kerja kepala Sekolah.

Bagi  Sekolah  yang  berada  di  daerah  perbatasan provinsi/kabupaten/kota,  ketentuan  persentase  dan radius  zona  terdekat   dapat diterapkan  melalui kesepakatan  secara  tertulis antarpemerintah daerah yang saling berbatasan.
Sekolah  yang  diselenggarakan  oleh pemerintah daerah dapat menerima calon peserta didik melalui:
a.  jalur  prestasi yang  berdomisili  diluar radius  zona terdekat  dari  Sekolah  paling  banyak  5%  (lima persen)  dari  total  jumlah  keseluruhan  peserta  didik yang diterima; dan
b.  jalur bagi calon peserta didik yang berdomisili diluar zona terdekat  dari Sekolah  dengan  alasan khusus meliputi perpindahan domisili orangtua/wali peserta didik  atau  terjadi  bencana  alam/sosial,    paling banyak  5%  (lima  persen)  dari  total  jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Selengkapnya silahkan baca dan download  Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat -----disini----



Baca Juga

Pedoman atau Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Madrasah / Kemenag Tahun Pelajaran 2018/2019 ---DISINI---

Pedoman atau Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Provinsi DKI Jakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 ---DISINI---

Pedoman atau Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Provinsi Banten Tahun Pelajaran 2018/2019 ---DISINI---

Pedoman atau Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2018/2019 ---DISINI---

Pedoman atau Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2018/2019 ---DISINI---

Pedoman atau Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Provinsi Dearah Istimewa Yogyakarta Tahun Pelajaran 2018/2019 ---DISINI---

Pedoman atau Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Provinsi Jawa Timur Tahun Pelajaran 2018/2019 ---DISINI---


Demikian info tentang Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru TK SD SMP SMA SMK dan Sederajat semoga bermanfaat. Terima kasih




FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 08.02

2 komentar: